Tergantinya Kebudayaan Indonesia


Saturday, 30 March 2013

Pada saat ini, kebudayaan Indonesia telah tergantikan oleh kebudayaan lain. Contohnya pada bidang kuliner, dahulu Mie ayam sangat digemari oleh masyarakat Indonesia namun seiring dengan berkembangnya zaman dan pengaruh globalisasi yang sangat tinggi, mie ayam keberadaannya sudah sangat jarang ‘tuk ditemui dan yang merebak saat ini adalah kedai-kedai makanan yang menyediakan makanan khas Jepang yaitu Mie Ramen. Banyak alasan mengapa Mie Ramen sangat digemari oleh masyarakat pada saat ini, ada yang penasaran karena rasanya dan adapula yang fanatik dengan kebudayaan Jepang, sehingga ia menyukai Mie Ramen ini, namun yang lebih menyukai makanan yang satu ini mayoritas adalah para remaja. Tetapi, banyak pula masyarakat yang lebih memilih mie ayam karena rasanya sesuai dengan lidah orang Indonesia
Selain Mie ramen, ada pula Kimchi. Kimchi merupakan makanan khas Korea yang terbuat dari sayuran sawi putih yang kemudian di permentasikan hingga rasanya tidak jauh beda dengan rujak cuka khas Bandung atau asinan khas Bogor. Saat ini Kimchi sangat mudah ditemui di beberapa tempat. Kimchi ini juga sangat digandrungi oleh masyarakat karena adanya rasa penasaran dengan rasanya.
Selain di bidang kuliner,budaya Indonesia yang tergantikan oleh kebudayaan lain juga terdapat di bidang kesenian. Pada saat ini, K-pop tengah digandrungi oleh remaja Indonesia, tak sedikit para remaja yang menyukai K-pop ini, sekitar 75% remaja Indonesia baik remaja perempuan maupun laki-laki menyukai K-pop ini hingga tak dapat dipungkiri, saat ini banyak musisi Indonesia pendatang baru yang tengah berlomba untuk membuat boyband dan girlband yang penampilannya hampir sama dengan K-pop, padahal pada saat tahun 80-90’an Indonesia juga mempunyai boyband dan girlband namun pada saat itu boyband dan girlband Indonesia jauh lebih baik daripada boyband dan girlband yang ada pada saat ini, pada saat ini boyband dan girlband Indonesia jauh lebih mementingkan penampilan daripada kualitas suara, hal itu menyebabkan banyak beberapa penilaian negatif terhadap boyband dan girlband Indonesia. Sebagai contoh, Cherrybelle merupakan salah satu girlband Indonesia yang beranggotakan sembilan orang perempuan, banyak yang mengkritik Cherrybelle dari mulai penampilan dan lagu-lagunya, Cherrybelle dianggap sebagai plagiat girlband Korea yaitu Girls Generation (SNSD). Dari sini kita mendapat pelajaran, sebaiknya masyarakat Indonesia khususnya para musisi Indonesia harus lebih percaya diri dengan kemampuannya, karena hal itu jauh lebih baik daripada kita harus meniru.
Di era globalisasi pada saat ini, teknologi semakin berkembang. Saat ini, banyak sekali gadget yang semakin canggih dan dilengkapi dengan permainan-permainan yang menarik. Namun, akibat perkembangan teknologi yang semakin berkembang dan permainan-permainan yang menarik, membuat seseorang ingin memiliki gadget canggih ini termasuk anak-anak. Namun, akibat adanya permainan yang terdapat pada gadget-gadget canggih, menyebabkan permainan tradisional telah luntur dan tidak dikenal oleh anak-anak pada masa kini. Hal ini sungguh miris, mengingat lagu anak-anak telah hilang dari peradaban, hilang pula permainan tradisional yang seharusnya permainan-permainan itu dapat dijadikan sebagai salah satu cara anak-anak bersosialisasi dengan anak-anak lain. Jika dibandingkan dengan permainan tradisional, permainan yang terdapat pada suatu gadget memiliki dampak negatif, salah satunya adalah membuat seorang anak menjadi sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan anak-anak lain yang seumuran dengan mereka. Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami rabun karena mereka terlalu lama berhadapan dengan gadget tersebut dan yang menjadi dampak yang lebih buruk adalah anak-anak menjadi jauh lebih manja dan tidak bisa hidup dengan kesederhanaan. Berbeda dengan permainan tradisional, permainan tradisional dapat dijadikan suatu alat alternatif yang dapat menjadikan anak-anak lebih bisa bersosialisasi dengan anak-anak lain dan lingkungannya, tidak egois, dan bisa hidup jauh lebih sederhana serta anak-anak juga memiliki kenangan yang indah dibandingkan hanya dengan memainkan permainan gadget.

0 comments: